Polisi Bali kok gitu ya?
Tadi siang saya ketemu rekan saya yang baru datang dari Prancis. Ia datang ke Bali bareng teman-temannya untuk berlibur menikmati musim panas dan menyewa motor supaya bisa berkeliling bebas macet.
Dengan penuh semangat sambil nyruput beer dingin ia bercerita baru saja kena tilang polisi lalu lintas. Kena Rp 300.000,- katanya. Haa.. banyak sekali? Ternyata masalahnya sepele. Roda depan motornya nggak sengaja menginjak garis marka zebra-cross.
Oow.. pantesan aja ia begitu antusias menceritakan pengalaman buruknya. Menurutnya dia nih, polisi Bali nggak seharusnya langsung memutuskan denda tilang. Sebagai wisatawan ia berharap semoga polisi-polisi Bali cukup menjelaskan kepada wisatawan dengan baik agar tak mengulangi kesalahan tanpa terburu-buru memutuskan tilang. Itupun si bule nggak ngerti pasal XYZ yang disodorkan Pak Polisi dan sebaliknya, Pak Polisi-nya juga nggak ngerti bahasa Inggrisnya si bule.
Dan tentu saja ia sangat kecewa. Meski duit Rp 300.000,- baginya bukan masalah, tapi kebiasaan tilang tersebut khawatirnya jadi budaya dan tentunya berdampak bagi kunjungan wisatawan berikutnya juga citra kepolisian Bali khususnya.
Masalah seperti ini ternyata banyak juga lho diulas situs dan blog lain, seperti di fugly-bali, bali bollocks, atau video youtube satu ini. Memang betul sih begitu adanya…
Saya cuman mesem-mesem aja. Khawatir salah ngasi solusi. Yah semoga Pak Polisi bisa berbenah diri ya…